Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Mei 2017

orang keren itu tidak selalu diantar mobil dengan supir pribadi

bapak ini turun dari mobil dengan pintu gesernya. bajunya rapi, motif batik dengan lengan panjang ditambah celana panjang bahan kain berwarna hitam. dia berjalan menuju pintu kaca dengan pegangan besi, kadang dia dorong sendiri pintu itu melalui pegangan besi itu tetapi seringnya sebelum dia lewat pun sudah ada seseorang lain yang juga berbaju rapih hitam hitam dengan peluit tergantung di lengan kirinya tergopoh-gopoh berlari kecil maksudnya berusaha secepat mungkin membuka pintu agar si baju batik dapat masuk tanpa harus membuka pintu.

si baju batik pun mengucap salam dan selamat pagi kepada setiap anak muda yang seperti tanpa dikomando berdiri dan memberikan senyum kepada si baju batik untuk membalas ucapan salamnya. sampailah bapak berbaju batik ini di ruangan dengan desain interior kantor serba eksklusif lengkap dengan ruang tamu mini untuk menerima tamu, dia duduk menghela napas mengambil beberapa file dokumen lalu membacanya sebentar dengan penuh teliti dan di halaman terakhir dia membubuhkan tanda tangan.
gagang telepon di ujung meja diraihnya dan mulai berbicara dengan perempuan di seberang telepon tersebut dan tak sampai lima menit si perempuan datang mengetuk pintu meminta izin untuk memasuki ruangannya dan berkata "ruangan meeting sudah siap Pak." dan dijawab dengan anggukan serta sodoran file yang telah di tanda tangani.

sudah sejak lima menit yang lalu saya duduk di ruangan luas ini dengan dua orang lainnya, meja panjang yang dapat memuat 12  kursi melingkari meja ini. selanjutnya mulai berdatangan 2 sampai 5 orang lain ke ruangan ini, ritualnya sama, memberikan salam, bersalaman dengan yang muhrim, ngobrol ringan, lalu tertawa renyah. dan 8 orang di ruangan ini seperti dikomando berdiri dan membalas salam dari bapak berbaju batik yang masuk ke ruangan, dan seperti biasa, yang merasa muhrim berlomba untuk menyalami bapak berbaju batik ini, obrolan basa basi super ringan terjadi selama kurang lebih 5 menit dan berakhir dengan doa pembuka majlis oleh salah seorang laki - laki dari 8 orang.
satu persatu dari 8 orang mempresentasikan dan membahas setiap apa yang perlu dibahas dan si bapak berbaju batik akan memberikan kesimpulan dari hasil pemikirannya. setiap bagian dia dengarkan satu persatu, seketika terjadi persinggungan diantara bagian solusi lah yang akan dia tawarkan agar perdebatan tidak melulu menghabiskan waktu. cara berfikir dan jawaban yang dia lontarkan singkat padat dan jelas.
dia keren, karena dia adalah leader bukan boss setidaknya karena dia mau memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang ada dimana bentuk penyampaian yang "care" terhadap semua orang di ruangan rapat ini.

---

hari masih gelap, bahkan adzan subuh pun belum berkumandang.
dia sudah siap dengan seragamnya, baju kemeja warna hijau dengan celana bahan warna hitam.
anak anaknya masih terlelap, tetapi dia sudah pamit ke istrinya yang sudah siap siap melakukan rutinitas paginya. senyum simpul dan ciuman ke tangan ke si dia menjadi penanda rutinitas pamitan di awal hari dan dilanjutkan gowesan kaki si dia diatas sepeda gunung warna merah yang membuat lama kelamaan badannya menghilang dari pandangan si istri.
embun di atas beberapa kendaraan yang menginap karena si empunya kendaraan harus lembur dan menginap di kantornya, box kecil yang hanya muat satu kursi dan satu unit PC terintegrasi dengan palang penanda suatu kendaraan diperbolehkan masuk ataupun keluar itupun masih kosong,, belum beroperasi. si bapak dengan baju kemeja warna hijaunya melipir di pinggiran palang dan menuju pos kecil dibawah pohon kersen. pos itu penuh diisi 3 orang yang sedang menonton TV tabung berukuran kecil dengan antena seadanya, 1 orang lain tampak berjaga di kursi luar pos memperhatikan semua keadaan tanah lapang berisi kendaraan. 
seketika si bapak berbaju hijau datang, sambil melontarkan salam dan dibalas langsung dengan salam dan senyum ajakan menyeduh kopi. sampai akhirnya adzan subuh berkumandang, bergantian dari sekumpulan bapak - bapak di pos tersebut solat ke masjid dan sebagian yang lain tetap berjaga. tak lama usai solat subuh, mulai berdatangan beberapa bapak berbaju hijau lainnya dan satu perempuan yang langsung duduk manis di box palang pintu. 
seiring mulai terlihat cahaya, mulai ramailah kendaraan yang antri untuk masuk tanah lapang ini,, bapak berbaju hijau ini mulai sibuk di barisan beberapa motor yang mulai terparkir tak beraturan. orang datang dengan baju super rapih, sepatu mengkilat tapi terkadang sandal jepit, tas ransel dan gantungan kartu yang sejatinya berisi uang. bapak berbaju hijau ini mulai gesit menata motor yang diparkir seadanya oleh si empunya motor karena sudah terdengar peringatan datang kendaraan umum yang bakal mengangkutnya ke Ibukota negara ini. 
saya mengendarai motor matic saya, datang dengan terburu-buru karena selalu terjebak macet di jalanan depan pasar tepat disebelah stasiun kereta komuter jabodetabek. sesampainya di palang, alat yang seharusnya otomatis membuka palang ketika kartu ajaib berisi sejumlah uang ini ditempelkan di mesin dekat palang ini tidak mau membuka otomatis. menggerutulah saya, dengan sigap, perempuan  yang sedari subuh sudah duduk manis di dalam box dengan PC keluar dan menghampiri alat palang tersebut dan ya tidak ada 5 detik palang tersebut terbuka. gerutuan saya berlanjut dengan gerutuan kenapa selalu saja mesin pembaca kartunya tidak berfungsi dan si perempuan hanya diam tidak menggubris gerutuan saya.
sama saja dengan pengendara motor yang lain, perempuan berkacamata ini menaruh begitu saja motornya tanpa merapikan tata letaknya dan langsung berlari ke arah pintu stasiun dan bergegas untuk berdesak-desakan dengan puluhan pengguna kereta komuter lain menuju Ibukota negara.

malam

saya sudah kembali lagi ada di stasiun yang sama dengan pagi tadi. rasa kantuk yang luar biasa ditahan demi mengendarai motor maticnya kembali ke rumah. pendaran mata dengan kekuatan kurang dari 40% mencari samar2 motor. yup di depan sana, motor matic saya ada di sebelah motor yang diduduki bapak berseragam hijau. 
sebentar mencari kunci motor lalu mulai menurunkan motor yang diparkir menggunakan besi tengah. terdengar suara bapak berseragam hijau bertanya, "Kartunya sudah bisa dipakai kan Mbak?" 
dan dijawab dengan ogah - ogahan "kartu apa ya Pak?". Bapak berseragam hijau masih sabar membalas "kmarin kan Mbak kartunya masih eror di komputer, hari ini tadi sudah bisa dipakai kan ya?"
diam satu menit
"oh, iya Pak, kayaknya sih sudah bisa Pak, tp saya hari ini ganti kartu karena yang kmarin dipakai adik saya." dijawab "oh yaudah Mbak syukur kalo sudah bisa dipakai lagi"
"iya Pak, makasih Pak, saya duluan ya Pak." pamitku sambil menghidupkan mesin motor.

ah, Bapak ini tak kalah kerennya dengan si Bapak berbaju batik di ruangan meeting saya pagi tadi yang sukses membuat saya berlari mengejar kereta komuter sehingga bisa sampai lebih awal sebelum si Bapak berbaju batik sampai di ruang meeting. dan seketika di malam hari, muka lelah penuh kantuk seperti muka sayalah yang dilihat Bapak berbaju hijau ini, tak banyak senyum dia terima dari setiap orang yang berpapasan dengannya. 
ratusan orang selalu hanya seenaknya memarkir kendaraannya, mungkin juga beberapa orang menjadi tukang gerutu karena mesin pembaca kartu yang rusak tapi Bapak berseragam hijau ini tetap setia berdedikasi, bahkan sampai mengingat saya dan motor saya. 
dia mengayuh sendiri kendaraannya, lebih kerennya lagi, dia tidak menambah polusi.

tetapi, bukan lalu yang mendapat begitu banyak previelege menjadi kurang baik dibandingkan dedikasi dengan segala keterbatasan,,
tetapi semua orang memiliki porsi peran dalam kehidupan masing-masing,, dan ketika mereka berdedikasi pada perannya masing - masing maka disitulah letak betapa keren nya mereka..

so, lalu, apa peran kamu.?
tidak ada batasan untuk selalu menjadi keren kan.?

Selasa, 08 Maret 2016

ketika dipertanyakan untuk apa gelar master mu wahai wanita?

okey temans,
ini saatnya saya ngoceh. karena kalo engga ngoceh, kelar otak saya. gabisa fokus sama apa yang sedang saya kerjakan.
anggaplah lagi refreshing selama ngoceh di blog ini.

Semarang,
seminggu lalu, saya harus bolak balik Semarang-Solo demi gelar M.Sc saya yang sudah kayak zombie, mengikutiiii terus di otak hati dan pikiran mending kalo cakep ini nyeremiinn..
== Tear ==

yuhuu,, kontras banget lah sama yang mau dibahas.
shuttle Solo-Semarang PP yang lagi aku fall in love in adalah shuttle yang selalu lewat jalur tol.
lebih murah, ontime, dan banyak yang gatau kalo ini shuttle lebih murah daripada yang udah kondang. jadi yaa, sunyi syehpi syendiri selama perjalanan.
dan yap, saya adalah satu satunya penumpang di shuttle ini.
memilih duduk di belakang pak kusir yang sedang bekerja, mengendali kuda supaya baik jalannya... (oke oke oke, kembali ke leptop)
saya duduk di belakang supir, ini karena saya pengen tidur sebenernya, kalo ambil di row tengah dikira gamau sosialisasi sama supir karena jelas di dalam mobil ini hanya kami berdua. tapi kalo disebelahnya saya takut diajak ngobrol senpanjang perjalanan.
MEEENN.. mata saya lemeesss..

tapi tetap saja, Mas supir akhirnya ngajak ngobrol.
obrolan seputar realita memiliki pasangan memang paling muluuuss untuk bikin obrolan selanjutnya jadi lancar kayak jalan tol. dan benar, si Mas Supir mulai menceritakan tentang pengalamannya dibohongi perempuan sampai pada mantan pacar temannya yang pengen jadi pacarnya.

obrolan berlanjut daaaann... topik bergulir pada salah satu realita.
jadi
begini
Jeng jeeenggg....

"Mbak, temen saya punya gelar SH sekarang nganggur. trus pacarnya tidak mau menikah dengan dia dan pengen menikah dengan saya yang cuma supir."

oke
inilah
realita
negara kita
Endonesah

okey, untuk relita dan dinamikan angkatan kerja diatas, saya akan bahas nanti lagi. kumpulin berbagai macam bacaan dan riset dulu baru berkomentar. karena ini hubungannya se Endonesah Meenn...

back to the point..
topik obrolan berlanjut pada bagaimana si Mas Supir melihat wanita dan gelar yang didapat setelah menyelesaikan sekolah.
baginya, wanita tak penting sekolah tinggi karena buat apa sekolah tinggi kalau akhirnya hanya akan di dapur dan mengurus anak. yang lelaki sarjana hukum saja belum tentu bekerja berbekal gelar sarjananya trus wanita kenapa harus juga sekolah tinggi..?

kontras ya, lagi sumpek2nya nyari data Thesis, ini ada tukang supir nyeletuk kayak gitu. langsung CESSSS... kepala ini rasanya..


okay, mari kita telaah satu persatu.
ngomongin kodrat yuk. kodrat itu semacam takdir. takdir mutlak yang digariskan sama Tuhan. nothing can change..
seperti contohnya, warna daun pohon pisang adalah hijau dan warna awan ketika akan hujan adalah abu menuju gelap. ada manusia yang bisa mengubah warna daun pohon pisang?
so what the red line? ini nih, kodrat wanita. kodrat wanita memasak di dapur? jadi lelaki tidak punya kodrat untuk masak di dapur? lalu apa kabar chef chef di dapur hotel berbintang? lalu wanita yang tidak mau memasak adalah wanita yang menyalahi kodrat?
kedua, kodrat wanita tidak boleh bekerja? nantinya akan menimbulkan fitnah? kalo penghasilannya lebih besar dari lelaki lalu menyalahi kodrat lelaki yang seharusnya mencari nafkah?

saya kira kedua kodrat diatas bukanlah kodrat yang sesungguhnya. kenapa?
karena itu cuma pandangan, cara pandang, iya kamu cara pandang (eh..)
bukankah wanita sama seperti lelaki sebagai manusia yang diberikan waktu 24 jam dalam satu hari? jika seorang wanita ingin melakukan hal lain diluar kegiatan memasak dan membereskan rumah yang positif seperti bekerja apakah salah? selama inti dari membentuk sebuah keluarga tidak dilupakan.
selama si wanita masih bisa mengorganisasi waktunya dengan baik lalu? lalu apa masalahnya? masalahnya hanyalah kemampuan setiap manusia berbeda.
ada yang bisa mengorganisasi dengan baik, dan mungkin, ada pula yang kurang atau belum bisa sehingga ada konflik di beberapa hal. seperti menjadi ketika ada seorang istri yang lupa mengagendakan waktu untuk ngobrol dengan anak dan suaminya, lalu apa yang terjadi? hal ini juga bisa terjadi sebaliknya, ketika lelaki bekerja lupa untuk mengagendakan waktu untuk istri dan anaknya? so whats happen? =jawab sendiri dalam hati ajaaa yaaaa.... *kis kis
oke, kita bicara wanita sebagai manusia bukan wanita yang sama atau setara dengan lelaki (i'm not a feminist :-D )
lalu apa masalahnya jika wanita sebagai manusia biasa ini bekerja dan bisa bersedekah untuk keluarganya sendiri? ini nih yang bikin engga riya' ya iyalah engga riya' sedekah buat anak sendiri,, mau dipamerin kemana? tv apa radio atau malah tabloid? siapa yang mau nge report?? siapasih yang ngereport? manusia? trus kalo ternyata sedekahnya ga ada yang tahu, dan dapet pahala siapa yang tukang kasi kasi pahala jor joran? ==jawab sendiri lagi ya.. dibatin cukup kok==

apakah wanita harus selalu memasak dan membereskan rumah, mengasuh anak dan melayani suami?
yes, definitely they have to. if they had.. :-D
tapi ini bukan kodrat, tetapi ini tentang keikhlasan hati.. ikhlas capek untuk melakukan itu semua dalam waktu yang sama dengan yang lain.. 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan seterusnya..
apakah lelaki menyalahi kodrat jika membantu istrinya menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengasuh anak? its definitely NO...!! they are a REAL MAN..! because they have RESPECT..
respect on a right place on a right human. ==>> coba kalo salah tempat dan orang.. hasilnya kayak kalo temen temen lihat macem realita infotainment, yang selingkuh lah yang main hujat mantan suami/istri.


tapi satu hal. apakah melahirkan anak menjadi kodrat?
lelaki jelas tidak bisa melakukannya..
see.. kodrat wanita adalah melahirkan anak..

lalu apa hubungannya sama gelar master atau doktornya seorang wanita yang mempunyai kodrat melahirkan anak?
sekolah, jika benar melakukannya,, saya yakin akan banyak soft skill yang bisa didapat oleh seseorang.. tetapi jika dia mau mencarinya.. jadi boleh dong dibilang, semakin tinggi sekolah maka semakin banyak juga soft skill yang didapat..
salah satu soft skill yang bisa didapat adalah mengorganisasi diri sendiri. iya gak? coba deh.. kalo gabisa melakukannya kita cuma akan ikut arus atau malas.. ikut arus yang gajelas sehingga akhirnya tambah gajelas :-D :-D atau malas dimana masih jelas sekolahnya tapi tidak segera jelas arahnya..
bisa dong selanjutnyaaa,, mengorganisasi waktu untuk ngobrol dengan anak sendiri...

syogyanya, ketika seseorang memang bisa memaknai tahapan pendidikan. perbedaan dari ketika TK sampai S3, saya yakin seseorang ini tidak akan mengajarkan sesuatu yang belum saatnya diberikan pada anak. otomatis setelah tau apa yang harus dipilah dan dipilih, akan ada proses berfikir bagaimana evaluasinya dan bagaimana kedepannya dalam mendidik anak.
memikirkan evaluasi dan revisi adalah cara berfikir yang hati hati dan memperhatikan risiko.
jadiii sadar dong ya,, mendidik anak cuma sekali,, gabisa diulang.. emang playlist lagu,, bisa di repeat.. hehehe,,,

idealnya, yang udah punya gelar master atau doktor harusnya rajin membaca dong ya....
saya yakin, baca buku buku atau artikel tentang parenting dong ya pastinya.. waktu senggang pun bisa baca dengan semua kemudahan mau buku atau ebook atau sekedar artikel di internet,,
otomatis mendidik anak ga asal disekolahin di sekolah mahal dan ga bakal asal marah-marah kalo anaknya ga pinter matematika or fisika.. :-D kan rajin baca buku dan artikel parenting katanyaa..

memang bukan hanya tugas wanita untuk mendidik anak, ketika tidak kompak dengan suaminya maka bubar jalan juga mendidik anaknya.

disini, saya tidak trus menjustifikasi yang jadi ibu cuma lulusan SD atau SMA trus tidak bisa mendidik anaknya dengan baik loh ya..
semua kembali pada diri wanita itu sendiri.. dan yang terbaik adalah tetap,, menjadi diri sendiri..
toh tidak sedikit wanita wanita hebat di desa yang tidak pernah belajar baca tulis, anaknya bisa sekolah s3 di luar negeri.

kembali lagi, kemauan dan keseriusan sistaaa.. nek gak serius cuma tanya tanya ga bakal direspon.. (malah jualan..)

mau ibu bekerja atau ibu rumah tangga, mau lulusan SD ataupun doktor sekalipun..
good mom will do the best for her child and believe in one thing also, that let God show the most beautiful way for her child.


jadi, kamu wanita? masih ragu punya gelar S2 dan S3?
ask yourself..